Vote Komodo dan Nasionalisme Buta Kita

Posted: November 22, 2011 in Renungan

Sebenernya aku udah kepikiran hal ini saat pertama tau ada metode vote buat masukin atau bahkan jadiin komodo nominasi pertama di New7Wonders. Aku mulai cari-cari info, relate sama praduga ku, dan ternyata bener, praduga ku bukan nya ngga beralasan. Tapi baru sekarang aku inget kalau punya blog, jadi baru sekarang deh, di post. Selain itu, aku takut dikatain ngga nasionalis kalau bahas-bahas ini pas lagi hot-hot nya =))

Mulai dari mana ya ? Hmm, sebagai warga negara, pasti ada dong, perasaan bangga dan haru setiap kali ada salah satu kekayaan negara kita yang jadi terkenal, diakui, dan jadi hal yang mengundang decak kagum publik internasional ? Inilah yang kita rasakan waktu komodo masuk jadi salah satu nominee New7Wonders. Jadilah, berbagai lapisan mulai menggalakkan seruan nasionalisme untuk mendukung komodo. Aku juga awalnya ikut senang, ikut antusias, tapi setelah tau bahwa metode nya menggunakan vote lewat sms, aku mulai mengerutkan kening. Kok, ada bau kapitalisme ya ? Apalagi sampai ada kerjasama antara panitia sama provider. Makin fishy. Dan aneh nya publik seperti ngga sadar sama keanehan ini. Voters tetap membanjir, dukungan semakin serius dan ngga main-main. Keanehan nya ngga berhenti sampai di situ. Konon pendaftaran untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini menelan biaya yang sangat besar, bahkan terlalu besar untuk sebuah status. Status yang bahkan tidak menjanjikan hasil nyata setelahnya, dalam hal ini mengangkat pariwisata Indonesia. “Ada yang tau Maccu Pichu ?” Aku nyoba tanya begitu sama hampir semua temen ku. Dan jawaban nya : “Apa, tuh ?” FYI, Maccu Pichu itu salah satu dari 7Wonders yang menggeser Candi Borobudur, hampir sama kayak Atlantis, sebuah kota di Peru yang peradaban nya udah musnah. Udah menang, resmi masuk jajaran 7Wonders. Sesuai rencana, toh ? Tapi, efektif kah ? Membuat publik internasional mengenal Maccu Pichu, kah ? Memajukan pariwisata nya, kah ? Menaikkan devisa nya, kah ? Ngga. Bisa bayangkan berapa kerugian kita setelah ini ? Kerugian atas dana yang seharusnya bisa dialokasikan untuk hal yang lebih berguna, hanya untuk nguber status yang sebenarnya ngga esensial.

Aku lanjutin cari info, dan ternyataaaaaa ….. penyelenggara kompetisi ini bukan UNESCO. Terlepas dari siapapun penyelenggara event ini, 7Wonders yang paten dan diakui cuma versi UNESCO. Kalau pada akhirnya komodo berhasil masuk ke jajaran New7Wonders, apa artinya status kalau nantinya UNESCO juga merilis 7Wonders ? Tentu aja jadi ‘ngga diakui’. Sia-sia lah ‘perjuangan’ kita selama ini.

Sebenernya sejak 1986 PBB sudah menetapkan Pulau Komodo sebagai Situs Warisan Dunia. Jadi ngga perlu lah kita menghamburkan uang demi mencari status untuk sesuatu yang sebenernya sudah diakui. Kalau memang tujuan kita pengen memajukan pariwisata Indonesia, pakailah dana itu untuk bikin kampanye wisata yang terintegrasi, seperti Thailand dengan Amazing Thailand-nya. Selama ini kita punya sih, Indonesia: Ultimate in Diversity. Tapi kok kayaknya masih kurang digalakkan. Lebih bermanfaat toh ? Punya program dan kegiatan yang jelas, bukan cuma status pemberian lembaga yang bahkan ngga jelas reputasinya.

Atau kalau mau lebih bermanfaat, alokasikan dana itu buat pendidikan, buat membangun infrastruktur, dll. SDM yang berkualitas, bisa membantu pemerintah memikirkan dan mengimplementasikan metode-metode yang tepat untuk memajukan negara. Asal, hargai mereka. Biar peristiwa braindrain ngga lagi terulang. Masih inget kan, banyak banget orang-orang brilian yang akhirnya ngadu nasib di luar negeri karena ngga dihargai di negeri sendiri. Kita bangun negara dari hal-hal yang paling mendasar dulu.

Tapi bagaimanapun, Pulau Komodo harus tetap ditata. Kalau perlu, dana tadi itu semestinya dialokasikan untuk biaya perawatan dan pembangunan pulau komodo. Jauh lebih berarti dari sekedar status, kan ?

Banyak baca buku, banyak berpikir, kembangkan kerangka pikir. Biar setiap info dan isu yang masuk ke kepala kita ngga seketika mempengaruhi kita. Kita pikirkan dari segala sisi, setelah itu cari info. Kita cari kebenarannya. Jangan mau dibutakan oleh sesuatu yang kurang beresensi.

Ini pendapat dan analisis saya, boleh setuju, boleh tidak. Asal jangan sampai perbedaan pendapat memecah kita =))

Sumpah sumpek abis nontonin media massa di negara kita even more media elektronik. Kalo lagi ada isu2 yang happening, hampir semuanya keburu ngerilis berita yang masih berupa spekulasi dan parahnya mematenkan spekulasi itu jadi fakta. Pliiiissss yah, media massa itu kiblat informasi buat khalayak, jadi sebisa mungkin tolong rilis informasi yang emang udah paten bener, bukan cuma spekulasi ato opini beberapa pihak aja. Parahnya lagi infotemen ni, ada fenomena apaan, lagsung ‘mari kita tanyakan pendapat para artis mengenai blablabla’. Lah ? Kapasitas mereka apa ? Otak aja diragukan punya ato ngga. Tercermin lah, jawaban mereka rata2 malu2in semua.

Back to main topic. Case yang akhir2 ini lagi santer diomongin si tanda2 kiamat yang dirasa bakalan dateng dalam waktu dekat. Tadi sore aku nonton SELETBRITA, mereka ngerangkum semua fenomena itu jadi satu (aku lupa apa aja, soalnya nontonnya sambil lalu, dan aku mulai tertarik waktu mereka bahas Dajjal), dan ngehubung2in sama tanda terjadinya kiamat. Sampe akhirnya bahasan mereka nyampe ke fenomena lahirnya bayi bermata satu yang lahir di Israel, dan menyatakan kalo bayi itu adalah bayi Dajjal. FOR GODSAKE, ITU BAYI CACAT BUKANNYA PRIHATIN MALAH BIKIN HOAX SEENAK JIDAT !!! I didnt mean to taking side, but trust me, ngga semua Bani Israil itu Zionis. Banyak dari mereka yang masih megang ajaran Taurat dan gamau tersesat oleh Talmud, aku agak lupa nama kaumnya, Falsah ato Falasha gitu. Dan asal-usul bayi tsb belum jelas (iyalah, wong si infotemen ngambilnya dari inet), jadi kita belom boleh judge dia, dia turunan Zionis ato Falasha.

Then, si presenter beralih bahasan ke Syaikh Baba, ato Sex Baba, ato siapalah namanya aku lupa. Dia awalnya menyatakan kalo beberapa kalangan menyebut Si Syaikh Baba ini adalah Dajjal yang sebenernya, based on ajaran dia yang sesat dan ngajak banyak umat untuk musyrik. Setelah liputan selesai, si presenter kemudian bilang kurang lebih gini ‘ Namun secara fisik Syaikh Baba adalah manusia sempurna, dia memiliki dua mata yang lengkap, tidak sesuai dengan deskripsi Dajjal yang bermata satu.’ Lalu dia kembali bahas bayi Israel bermata satu itu dan dengan persuasif menekankan bahwa bayi itulah si Dajjal. Oke, secara implisit itu udah menanamkan bahwa Dajjal memang bermata satu secara fisik.

Sekarang coba kita baca lagi kitab suci kita dan terjemahkan baik2, siapakah Dajjal sebenarnya. Dia memang keturunan Yahudi, tapi dia udah lahir dari jaman dulu sekali, dia hidup saat jaman Nabi Sulaiman. Tapi kematiannya ditangguhkan seperti halnya Nabi Isa, sekarang dia dirantai di sebuah pulau dan ditunggui sama binatang namanya Al-Jassasah. Ayahnya seorang manusia, dukun Yahudi, dan ibunya jin. Ciri2nya Dajjal, dia punya dua mata, tapi salah satunya kecil banget kaya kismis, dan yang satunya kelewat belok. Yea right, they’re both disabled. Soal statemen Dajjal itu bermata satu, itu karena salah satu matanya kecil banget itu tadi dan juga parable yang menyatakan bahwa Dajjal selalu memandang segala hal dengan sebelah mata alias ngeremehin. Yang paling paten ciri fisiknya, di jidatnya ada tulisan kaf, fa, dan ra yang bila dirangkai akan terbaca sebagai ‘kafir’. Oke, di jidat bayi itu ada tulisan begitu ngga ? Lagi juga Dajjal bukan akan dilahirkan menjelang kiamat, tapi dia emang udah ada dari dulu, nunggu untuk keluar dan nguji iman kita saat kiamat dateng nanti dengan cara mendeklarasikan diri sebagai juru selamat.

Ada juga teori yang menyatakan kalo Dajjal itu sekarang tinggal di Segitiga Bermuda, thats why kapal2 ato pesawat, ato apapun yang lewat sana pasti lenyap tanpa bekas. Bisa jadi juga si, tapi menurutku teori yang paling masuk akal tentang Segitiga Bermuda itu Teori Medan Magnet Terbesar. Rumornya si Segitiga Bermuda itu medan magnet terbesar di bumi, jadi benda apapun yang lewat situ, pasti bakalan terlempar ke atmosfer dan hancur oleh tekanan atmosfer, makanya puing2nya ngga ditemukan. Tapi bisa juga fenomena alam itu sengaja diciptakan Tuhan supaya ngga ada satu manusia pun yang bisa menjangkau tempat Dajjal sekarang berada. He must be unreachable until the day is coming, right ? Tapi kita jangan berani berspekulasi dengan yakin tentang apapun yang bersangkutan dengan Qada dan Qadar, jangan nimbulin stereotipe yang salah ke khalayak. Ini cuma opiniku aja, boleh percaya, boleh punya opini sendiri.

Buat media massa, kalian gaboleh punya opini sendiri. Yang kalian sajikan harus berupa fakta. Karena kalian berfungi sebagai gatekeeper,  seharusnya kalian bisa nyaring info mana yang bener, mana yang hoax karena khalayak mayoritas berpikir media massa selalu bener.

Aku abis berkunjung ke blog http://indonbodoh.blogspot.com/ dan murka karena negara sialan itu menghina negara kita dengan memutar balik sejarah. Aku akan rinciin sedikit dari tuduhan mereka beserta klarifikasi dari aku sendiri.

Here it goes :

Indonesia tidak faham apa:
- budaya/kebudayaan
- seni/kesenian
- tamaddun/peradaban
- hakcipta/copyright
- paten/patent
- hak awam/public domain
Tarian pendet budaya Indonesia atau budaya Bali?
Tarian goyang Inul budaya Indonesia atau seni pop dangdung yang dari lagu Hindustan?
Garuda itu helang Jawa atau dari metos India?
Wayang kulit itu khusus kepada Indonesia atau ada juga di Malaysia, Cambodia dan Thailand?
Teknik membuat batik dan corak batik Jawa itu khusus kepada Indonesia atau ada juga di Afrika Barat, Afrika Selatan, Jamaica, Malaysia?
Songket itu ada di Indonesia atau berasal dari tempat lain?
Indonesia mahu paten dan hakcipta dangdut dan mie bakso sebagai budaya aslinya?
Indonesia mahu tuntut Borobodur sebagai ciptaan asli Jawa atau diinspirasi dari budaya India?
Indonesia mahu tuntut cerita Ramayana wayang kulit sebagai asli di Indonesia atau dari budaya India?
Indonesia mahu tuntut martabak sebagai makanan asli Indonesia dan bukan inspirasi dari India dan Timur Tengah?
Indonesia mahu tuntut demokrasi sebagai budaya asal Indonesia?
Indonesia mahu tuntut pilihanraya untuk pemilihan wakil rakyat sebagai budaya asli Indonesia?

AGAIN :
1 INDONESIA tidak pernah wujud sebelum Sumpah Pemuda Indonesia pada 28.10.1928.
2.Apa yang wujud ialah bahasa-bahasa suku kaum seperti Jawa, Bugis, Palembang, Minangkabau, Riau, Aceh, Banjar,dan banyak lagi.
3. Bagitu juga, budaya INDONESIA tidak ada.Yang ada ialah Budaya suku kaum.Ada yang di ciplak dari Ugama/Budaya Hindu sepert Tarian Pedet di Bali.Ada yang berunsurkan Budaya Islam dari Bumi Arab.
4. Perkataan Sang Saka Merah Putih dan Pantjasila adalah diciplak dari Hindu.
5.Perkataan INDOnesia itu adalah berasal dari Hindu.Banyak tarian, nyanyian, dan bangunan seperti Borobodur adalah datangnya dari negeri negeri di India. India pada masa dulu tidak juga ada kerana Sub-Continent India sebelum kedatangan Imperialis Inggeris,adalah di perintah oleh Sultan atau Maharaja Hindu dan Islam.
6.Bendera INDONESIA itu adalah sebenarnya tiruan dari bendera Principality Monaco di Eropah.
7.Bahasa Indonesia TIDAK ADA dalam sejarah kebudayaan dunia. Apa yang ada adalah BaHASA MELAYU.
9.Jelas dari segi SEJARAH, yang ada Budaya Suku Kaum. Yang ada Gugusan Kepulauan Melayu
NUSANTARA itu ciptaan baru.
10. Jangan buta sejarah. Buka buku buku, yang ada di simpan di Belanda dan British Museum.TIDAK ADA sebutan INDONESIA dalam Buku Sejarah lama.


Ok, I’ll stop you there, fool.

1 . Bali itu bagian dari Indonesia, salah satu provinsi dan pulau di Indonesia. Perlu dijelaskan lebih lanjut ?

2. Pernah denger kata akulturasi ngga ? Perpaduan dua budaya atau lebih tanpa menghilangkan unsur asli dari masing2 budaya. Tertulis dengan jelas dalam sejarah, dulu, tepatnya saat abad dimulainya persebaran agama Hindu, Buddha, dan Islam pernah ada pedagang2 dari negara2 yang kalian sebutkan diatas yang berkunjung ke Indonesia. Mereka datang menyebarkan agama dengan memadukannya dengan budaya mereka, agar agama yang mereka bawa dapat diterima dg baik oleh masyarakat setempat. Oleh sebab itulah budaya yang mereka bawa jadi berpadu dengan budaya setempat dan akhirnya diteruskan secara turun temurun oleh nenek moyang kami.

3.  Demokrasi bukan budaya negara tertentu, tolol. Tapi sistem yang melambangkan kebebasan dalam menyampaikan aspirasi yang boleh digunakan oleh seluruh negara di belahan dunia manapun.

4. Sebenernya Jepang, lebih khususnya Marsekal Terauchi MEMANG menjanjikan akan memerdekakan Indonesia dalam pertemuannya dg Soekarno-Hatta  dan Radjiman Widyodiningrat di Dalat, Vietnam . Tapi hal itu hanya propaganda untuk mendapat simpati rakyat Indonesia agar didukung dalam menghadapi serangan Sekutu pada tanggal 6 & 9 Agustus ’45 di Hiroshima & Nagasaki ( bom atom itu lho rek). Sekembalinya mereka ke Indonesia, Sutan Syahrir mencium gelagat kurang baik dari Jepang dan mendesak agar PPKI menolak kemerdekaan hadiah dari Jepang dan berusaha sendiri. Setelah itu tolong baca juga sejarah di Rengasdengklok. JELAS ??

5. Didnt you ever hear a word named TRIBE before ??? Itulah kelebihan negara kami, terdiri dari berbagai macam suku dan ras. Indonesia memang tidak punya budaya, tapi budaya2 tradisional dari berbagai macam suku itulah yang menjadi budaya kami. Dan kami punya semboyan yang indah untuk mempersatukan budaya2 tersebut menjadi akar dari budaya nasional. BHINEKA TUNGGAL IKA

6.  Kami punya skala yang berbeda untuk kedua warna pada bendera kami. Skala bendera kami adalah 2:3, dan Monako adalah 4:5. Selain itu, kami mengadaptasi warna bendera kami dari panji2 Kerajaan Majapahit. Majapahit sendiri berdiri pada tanggal 10 November 1293. Sedangkan bendera Monako lahir pada tahun 1881.

7. Dan jika kalian ribut mengklaim apa yang menjadi milik kami, kami maklum. Karena wilayah kalian dulunya termasuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Ngga heran banyak sekali kebudayaan kami yang tertinggal disana.

8.  AGAIN, didnt you ever hear a word called ADAPTATION before ??? Sama kaya English yang diadaptasi dari Anglosaxon, ato Spanish dari Latin. Selain itu bahsa Indonesia juga memiliki beberapa kata serapan yang diadaptasi dari Bahasa Arab, Belanda, Portugis, dan Sansekerta. Sebagian besar sih diadaptasi dari Melayu, tapi tau sendiri bahasa lah Melayu yang kalian pake sehari2 tu vulgarnya kaya apa. Kami perlu mengadaptasinya menjadi bahasa yang lebih sopan dan terdidik.

9.  Anda yang buta sejarah. Kalo Anda baca sejarah pasti tau kalo Indonesia mengganti namanya berkali2. Nusantara adalah sebutan saat negara kami masih berbentuk kerajaan, seperti Majapahit, Sriwijaya, dll. Kemudian sempat berganti menjadi NKRI, dll sampai akhirnya menjadi RI seperti sekarang.

Oke deh negara tetangga. Kalian SUKSES membuat diri kalian sendiri terlihat TOLOL.

1. Bali BELONGS to Indonesia. Do i need to explain more ???

2. Havent you heard a word called acculturation before ? Its a fusion between 2 or more cultures without dispelling the real trait of each culture. Its written at every history book clearly, once, exactly when it came to a century when the distribution of   Hindu, Buddha, & Islam began, there were some traders from the countries you mentioned above in Indonesia. They combine the gospel w/ their cultures, so that the local citizen would accept that gospel w/ pleasure. That combination caused acculturation.

3. Democracy isnt  a culture, dumb. Its a system which is symbolizing a freedom to convey your aspiration, and every country is allowed to apply that system in their own country.

4.  Acutally Japan,  Marsekal Terauchi exactly, DID promise us to give us a freedom when he met  Soekarno-Hatta  & Radjiman Widyodiningrat at Dalat, Vietnam . But it was only a propaganda to capture Indonesian’s attention to support them to face Sekutu’s attack at 6 & 9 August ’45 at Hiroshima & Nagasaki ( you remember that atomic bomb ?). When they got back to Indonesia, Sutan Syahrir knew about Japan’s hidden willingness & push PPKI to reject Japan’s ‘gift’. Then read more about Rengasdengklok please.

5. Didnt you ever hear a word named TRIBE before ??? Thats exactly our excess, we’re consisted from many tribe & race. Indonesia doesnt really have a culture, but those traditional cultures are our culture.  And we got a beautiful motto to unite them become a root of national culture : BHINEKA TUNGGAL IKA.

6. We got a different scale for each color. Ours is 2:3, & Monaco’s is  4:5. Besides, we adapted the color of our flag from Majapahit’s pennants. Majapahit raised its head at 10 November 1293. And Monaco’s flag existed at 1881.

7. And we understand if you claim what exactly belongs to us. Because your teritory used to be a part of Majapahit in the past. No wonder alot of our cultures are left there.

8. AGAIN, didnt you ever hear a word called ADAPTATION before ??? Its just the same w/ English which is adapted  from Anglosaxon, or Spanish from Latin. Moreover, bahasa Indonesia also has several loan word which is adapted from Arabic, Dutch language, Portuguese language, & Sansekerta. Most of our languange are adapted from Melayu, but you daily  Melayu is tooooo vulgar. We need to adapt that into a more polite dan educated language. Oh, I didnt mean to insult you anyway, but you taught me how.

9. Its you who is ignorant and dont know about history. If you did read the history, you supposed to know that Indonesia changed it’s name several times. Nusantara is a term when we still got a form in Kingdom. Then it had an opportunity to  change its name into NKRI, etc. And at right, our country’s name is Republik Indonesia.

And now you succesfully bring a SHAME to your own country, DUMBASS ! HA-HA-HA