Written by: Dee





Kumpulan cerita dan prosa 1 dekade. Novel yg sangat membumi. Gw suka pd cara Dee memaknai kembali kata kopi, manusia, salju, sikat gigi, Buddha. Mempesona sekali. Prosa-prosanya gw rasakan sangat menyindir. Tidak rumit, cenderung terang tapi membuat kita mem-flash back sedikit memori masa lalu & memikirkannya kembali. Aforismenya yg orisinal menunjukkan kemampuan menggabungkan konseptualisasi dg metafor, yg abstrak dg yg konkret, tanpa susah payah.
.
Gw suka cara Dee menganalogikan kompleksitas sifat manusia dg mixture kopi. Sebagai contoh, kita coba identifikasikan para manusia pengikut Narcissus yg mencintai keindahan, mereka seperti Cappuccino yg terkonsep. Penampilan nomor 1. Lalu wong ndeso yg polos, seperti kopi tubruk. Lugu, sederhana, tp sangat memikat. Daya tariknya adalah aroma.
.
Sebuah quote yang diucapkan seorang bapak tua menarik perhatian gw. Bahwa kita tdk bisa menyamakan kopi dg air tebu. Sesempurna apapun kopi yg kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tdk mungkin kamu sembunyikan. Sangat mewakili kepribadian manusia yg complicated.
.
Satu lagi prosa yg membuat gw tertegun. Salju Gurun. Di hamparan salju yg seragam, jangan lagi kamu menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, tak akan ada yg tau jika kau melayang hilang. Di lingkungan gurun yg serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus. Sekalipun hijau warnamu, yg serupa denganmu tersebar di mana-mana. Tak ada yg menangis rindu bila kau mati layu. Di lansekap gurun yg mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yg tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini. Di tengah gurun yg tertebak, jadilah salju yg abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, & kaktus terperangah. Semua pasir akan tau jika kau pergi, atau sekadar bergerak 2 inci. Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dlm neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau … berbeda.
.
Haha, jujur. Gw jg berbeda. Cenderung weird. Freak, kalau boleh dibilang.
.
Cerita ketiga yg membuat gw tersindir, Sikat Gigi. Seseorang yg mempunyai utopia-nya sendiri. Menutup pintunya, dan tak mengizinkan siapapun masuk.
.
Seperti itukah gw? Kenapa gw gak pernah mau mengeksplisitkan siapa diri gw sebenarnya? Gw kerasan tinggal sendirian dalam utopia gw. Dunia absurd yg menjadi pelarian gw. Orang lain cukup tau sisi periang gw. Irrasional, dan buta. Cerpen itu benar-benar menyindir. Tapi, gw menyukainya.
.
Berikutnya sebuah prosa berjudul Jembatan Zaman. Menyindir oknum-oknum yg mengidentikkan pertambahan usia dg pemahaman. Tidak, tidak sama. Setiap jenjang memiliki dunia sendiri, yg selalu dilupakan ketika umur bertambah tinggi. Tak bisa kembali ke kacamata yg sama bukan berarti kita lebih mengerti dr yg semula. Bisakah rambut putih kembali mengerti apa yg ditertawakan bocah kecil atau yg digejolakkan remaja belasan tahun seiring dg kecepatan zaman yg melesat meninggalkan? Karena kita tumbuh ke atas tapi masih dalam petak yg sama. Akar kita tumbuh ke dalam dan tak bisa terlalu jauh ke samping. Selalu tercipta kutub-kutub pemahaman yg tak akan bertemu bila tidak dijembatani. Jembatan yg rendah hati, bukan kesombongan diri.
.
Prosa selanjutnya berjudul Spasi. Menegur hubungan tanpa ruang. Napas akan lega dg sepasang paru-paru yg tak dibagi. Darah mengalir deras dg jantung yg tidak dipakai 2 kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dg jiwa lain yg searah. Jadi, jangan batasi ruang gerak orang yg kau sayangi. Jangan lumpuhkan dia dg mengatasnamakan kasih sayang. Kita bisa menganalogikannya sebagai kupu-kupu. When you hold it too tight, it’ll crush. But when u hold it too loose, it’ll fly away.
.
Sekali lagi prosa-prosa Dee membuat gw jatuh cinta. Dee menyastrakan sastra dengan lugas tanpa menyinggung mahdzab selangkangan. Mempuisikan isi kepala supaya seirama dg hati. Gw suka sekali. Perfecto. Tres bien. So stands out.
Bukannya orang ndeso aromanya jauh lbih ga enak drpd
orang kota?(pake sabun kodok gtu lhoo)
jadi….
perumpamaannya
kopi yg enak tapi aromanya mambu teletong..
kopi apa ya namanya??
fantasimu, man. gak elit
emangnya kamu mau gitu, minum kopi bau eek?
wahhahahaha. asem2 gitu paleng rasane